Posted by: citra on: Agustus 25, 2008

Hari minggu kemarin saya bersama salah seorang sahabat sukses nonton 4BIA (baca : fobia). Awalnya kami tertarik nonton gara-gara dengar iklannya di radio dan nonton trailernya di youtube. Berangkatlah kami ke Blitzmegaplex dan memulai petualangan kami, jeng jeng jeng jeng……!
Okeh kita serius. 4BIA adalah gabungan empat film pendek dengan genre horror yang juga disutradarai oleh empat sutradara muda asal Thailand. Keempat film itu berjudul Happiness disutradarai oleh Yongyoot Thongkongtoon, Tit for Tat disutradarai oleh Paween Purijitpanya, In the Middle disutradarai oleh Panjong Pisanthanakun dan Last Fright oleh Parkpoom Wongpoom.
Walaupun keempat film ini semuanya bergenre horror tapi disajikan dalam tema dan penyajian yang berbeda. Jangan pernah berharap untuk menemukan hantu perempuan berambut panjang dalam film ini, kita patahkan semua teori bahwa hantu mesti perempuan dan rambutnya panjang, okeh?
Happines, bercerita mengenai seorang gadis yang terpaksa tinggal di apartemen sendirian karena kakinya di-gips akibat kecelakaan menerima sms misterius dari seorang pria yang belum pernah dikenalnya. Tapi kemudian mereka akrab karena sering ber-sms, anehnya si pria misterius ini ga pernah bisa dihubungi melalui telefon.
Tit for Tat, berkisah balas dendam seorang anak akibat penindasan yang dialaminya oleh sekelompok remaja yang juga teman-teman satu sekolahnya. Satu persatu remaja tersebut mati mengenaskan akibat kutukan dari sebuah buku misterius yang dibacakan oleh anak si korban penindasan.
In the Middle (ini favorit saya), film komedi horror yang satu ini meredakan sedikit ketegangan dari kedua film sebelumnya. Berkisah empat pemuda yang berkemah di sebuah hutan sedang membahas mengenai mitos-mitos hantu. Dialog yang dibawakan oleh keempat pemuda ini mengalir cerdas dan ekspresi yang tidak berlebihan tapi mampu membuat kami dan penonton lainnya tertawa terbahak-bahak.
Dan yang terakhir adalah Last Fright berkisah seorang pramugari yang terpaksa terbang sendirian dengan seorang putri kerajaan yang tiba-tiba meninggal dunia beberapa jam setelah turun dari pesawat. Akibat peristiwa tersebut, si pramugari harus kembali terbang sendirian dengan si putri kerajaan tapi kali ini sudah menjadi mayat.
Dari semua empat film diatas bisa ditebak klo yang menjadi favorit saya adalah In The Middle yang biarpun horror tapi masih ada nuansa komedinya, jadi gak tegang-tegang amat gitu, hehehe. Dengan berbekal informasi jika Yongyoot dan Parkpoom adalah sutradara dari Shutter dan Alone maka seharusnya film ini juga bisa menjadi alasan yang bagus untuk ditonton, gimana??? Selamat menonton ya!!!
Yupz…!!!
Setuju, Filmnya emank kerenn!!
gK ada Hantunya, tapi horor!!
mangstabs surantabsss!!!
merdeka bung!!!
Oktober 26, 2008 pada 10:41 am
haiiiiiiiiiiiiiii…….!!!!!