Aktor satu ini membuat saya kagum dengan pemikiran bahwa popularitas adalah bonus. Kayaknya jarang ya seleb aktor dan aktris yang punya pemikiran seperti ini. Pernyataan diatas saya simak dari wawancara Lukman Sardi dalam suatu berita hiburan di salah satu TV swasta. Dalam wawancara tersebut Lukman Sardi menyatakan bahwa bekerja dalam film merupakan suatu prestige tersendiri apabila dibandingkan dengan bermain sinetron. Walaupun memang Lukman mengakui bahwa sinetron menghasilkan materi yang berlimpah dan diakui materi juga penting tetapi tetap harus seimbang. Lukman mengatakan jika dengan akting tersebut maka aktor atau aktris tersebut terkenal maka itu adalah bonus karena telah berakting dengan baik.
Jika dikaitkan dengan keadaan selebritas Indonesia sekarang dan apa yang disajikan oleh berita hiburan pada saat ini, bikin saya gemes. Apakah hanya skandal, putus cinta, kawin cerai, perebutan anak saja yang bisa disajikan pada pemirsa? Walaupun ada juga yang menyajikan perjuangan selebritis dari nol dan prestasi selebritis tapi perbandingannya sangat sedikit dengan gosip yang jumlah penayangannya lebih banyak. Malahan klo dilihat selebriti yang terkenal adalah selebriti yang punya skandal paling heboh. Dan yang paling sedih semakin malang selbritis tersebut makin terkenal-lah dia. Kok aneh ya? bukannya prestasi yang disorot malah skandal-nya yang dibikin heboh. Kalau ada yang bilang resikonya selebritis adalah privasinya juga milik publik, itu mah OMONG KOSONG. Walaupun memang publik adalah salah satu faktor yang membuat selebriti menjadi populer tapi ya klo privasi mah MASING-MASING.
(lagi…)