Lovymovie’s Weblog

My Regret

Posted on: Juli 22, 2008

Jadi kemarin pagi ada kabar yang bikin saya kaget, ibu salah satu teman baik saya (sebut aja N) berpulang ke Rahmatullah. Ibunya N emang udah lama sakit diabetes dan dalam masa pengobatan, tapi ga nyangka klo secepat ini beliau dipanggil. Secara pribadi saya belum pernah bertemu dengan beliau, tetapi yang saya dengar dari N klo beliau adalah seoarang guru SLB tuna rungu di Bandung dan beliau adalah sosok yang sangat disayangi oleh N.

Enough about her. Saya mo cerita sedikit tentang N teman saya ini, saya kenal dia awal 2002 di organisasi pemuda tingkat RW gak lama setelah saya masuk kuliah. Mungkin karena saya masuk jurusan Psikologi dia jadi banyak cerita tentang dirinya, tapi dink ga tau karena saya dari jurusan Psikologi ato emang saya-nya aja kali orang yang enak diajak ngobrol (hehehe, Ge-er). Yaaah diluar dua variable tadi, saya senang ko ada orang yang mau berbagi pengalaman. Seringnya si N ini cerita tentang dirinya dan masa lalunya yang juga bikin saya yang dulu masih cupu dan minim pengalaman ekstrim (ciee, gaya gue kayak yang banyak pengalaman ekstrim aja, hehehe) lumayan kaget. N ini ternyata mengidap salah satu penyakit jiwa yang namanya skizophrenia, dan dia udah sering bulak balik RS Jiwa. Penyakit ini muncul waktu dia masih SMU, tapi saya lupa pemicunya apa. Pada saat kuliah ternyata penyakitnya sering kambuh, yang saya inget penyakitnya pernah kambuh gara-gara cinta aliah kasih tak sampai. Penyakit ini sering bikin dia paranoid dan mengalami delusi dan halusinasi. Sering ketakutan tanpa alasan yang jelas dan berlebihan. Sering melihat, mendengar dan merasakan sesuatu yang hanya dialami oleh dirinya tapi orang lain tidak bisa (bukan karena N punya sixth sense tapi karena ada gangguan dalam otaknya yang membuat dia delusi dan halusinasi).

Dari ceritanya udah jelas kalo hidup seperti itu sangat menderita, hidup di antara dunia nyata dan khayal dan terkadang sampai ga bisa membedakan sama sekali mana nyata dan tidak. Dulu N sering datang ke rumah saya sekedar cerita dan curhat tentang apa aja. Kadang-kadang lama banget ga ada kabarnya trus datang ke rumah bawa oleh-oleh cerita klo dia abis ‘berobat’. Nah klo udah cerita abis ‘berobat’ beuh ini yang paling bikin terharu, gimana perjuangannya dia melawan penderitaannya dan yang bikin saya salut dia punya kesadaran tinggi klo udah ada yang ga beres ma otaknya trus dia telefon dokternya minta dijemput buat ‘berobat’. Atau cerita tentang cinta, tentang dia lagi seneng ma seorang cewek dan rencana-rencana dia buat masa depan.

Saya tau N itu anak pinter, yaaa ukurannya dia lulusan SMUN top di Bandung trus kuliah di jurusan arsitektur (kan susyeh itu arsitektur…). Yang saya paling inget dari N adalah klo dia lagi cerita matanya berkilat-kilat dan gaya khasnya klo lagi cerita suka sambil ngerokok. Beuh gaya banget lah pokoknya. Dibalik air mukanya yang keras dan macho, ternyata hatinya lembut dan sensitif. Awal kenal sie dulu saya nyangkanya dia tu cowok galak, judes, sombong. Eh taunya pas kenal dan ngobrol banyak ternyata bocor juga.

Lho terus hubungannya ama judul apa doooong? Hehehe. Kira-kira hampir 3 tahun apa kurang kita ga pernah komunikasi lagi, kabar terakhir dia kuliah lagi sambil bekerja. Terakhir dia ke rumah tahun 2005 trus kita cerita-cerita dan udah setelah itu ga ada kabar lagi sampai sekitar 3 minggu lalu dia sms dan telefon tapi saya ga angkat karena dengan alasan bodoh lagi males bales sms dan angkat telefon, padahal kita udah lama banget ga komunikasi. Dalam sms-nya dia bilang “hai apa kabar?-N-. Karena saya ga bales sms-nya trus dia telefon, tapi saya ga angkat (I know I was a stupid so stupid). Saya pikir yaudahlah besok aja deh bales smsnya, tapi sampai ibunya meninggal pun saya ga pernah sekalipun ngabarin dia. Pas tau ibunya meninggal, hati saya sakit. Sakit waktu denger dia bicara masih terbata-bata karena sedang sedih. Sakit karena saya akhirnya sadar waktu dia terakhir sms dan telefon dia pasti mau cerita banyak tentang kekhawatiran, kegundahan dan kesedihan atau justru dia mau berbagi kebahagiaan sama saya. Tapi waktu itu saya terlalu angkuh dan egois, saya menyepelekan arti pertemanan saya dengan N. Semuanya ga bisa balik lagi, saya menyesal ga bisa jadi teman yang baik, menyesal ga bisa berempati, menyesal ga angkat telefon dari N waktu itu. I wish I could turn back the time….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

I love what I wrote

Ini blog pertama saya yang berisi hal-hal dan hil-hil yang saya temukan, lihat, dengar, rasakan di sekitar saya. Semoga bermanfaat dan berminfiit bagi anda yang membacanya. Silahkan meninggalkan komentar cihuy dan cuhiy di blog saya yang gembira dan gembari ini. :)

who’s online

Juli 2008
S S R K J S M
« Mei   Agu »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Klik tertinggi

  • Tak ada

pencetan sakti untuk hari ini

  • 101,742 orang sakti

other blog

%d blogger menyukai ini: